Mengenai Saya

Foto Saya
ehmmmm....aku lahir dan dibesarkan di sebuah desa di daerah jawa tengah.aku mulai menyukai menulis ,jurnalis.rasanya seperti lebih bebas saat kita menuliskan apa yang ada dipikiran kita.semuanya mengalir. aku punya sebuah mimpi untuk menjadi seorang penulis baik itu novelis atau jurnalis.tak semudah memang untuk bisa mewujudkan semua itu.tapi kuharapkan melalui tulisan-tulisanku di sini ,itu sedikit bisa membuatku merasa bahagia bisa berbagi tullisan..silahkan mampir......:)

Selasa, 29 Januari 2013

Romance

Romantis itu ,
tak harus kamu yang selalu memberikan bunga
dan menuliskan lembaran puisi cinta untukku
Romantis itu,
Cukup dengan ketulusan cinta yang kau berikan hanya untukku
Romantis itu,
Kamu yang selalu berkata jujur kepadaku
Romantis itu,
Saat kau memberikan perhatian kecil yang menenangkan hatiku
Romantis itu,
Kamu yang mau berbagi suka dan duka bersamaku
Romantis itu,
Kamu dan aku saling menerima kelemahan dan kelebihan kita.

Minggu, 02 September 2012


PELARIAN BULAN JUNI
‘yeahhhh………….”
“hore…….kita lulus”
Sorak-sorai kelulusan anak-anak kelas 3 SMA Bhakti memecahkan panasnya siang itu..
Tapi kesenangan itu hanya milik mereka yang lulus.di pojokan kantin ada seorang gadis belia yang sedang terduduk lesu hanya bias memandang kosong ke depan.
Gita tak seberuntung teman-temannya ,dia tidak bisa menikmati kelulusan ni.padahal dia termasuk dalam golongan anak –anak yang lumayan berprestasi di sekolahnya.tapi entahlah…
“Huh….” Hanya kesal dan umpatan yang selalu keluar dari bibirnya.
Pikirannya sedang kacau,Universitas yang dia impikan hanya tinggal bayangan dan ayahnya…
‘oh,,,tidak   …’
Tiba-tiba Gita teringat akan ayahnya dan hal apa yang akan terjadi padanya pada saat pulang nanti.ayahnya sangat bermbisi dan temperament.beliau ingin semua anaknya mengikuti jejak keluarganya menjadi seorang pengusaha sukses atau menjadi dokter.dan Gita sama sekali tidak tertarik dengan keduanya.dia lebih suka menikmati dunia yang bebas.dia lebih suka berpetualang ,mencoba semua hal yang baru dan meenyenangkan.
“Gita….” Seru caroline,Sahabat Gita sejak kelas 1 SMA,Mereka selalu duduk sebangku.               
Gita tak menghiraukan panggilan caroline karena dia masih terhanyut dalam lamunannya.Dia langsung beranjak dari tempat duduknya menuju ke gerbang sekolah.Caroline hanya bisa terpaku melihat tingkah sahabatnya itu yang mendadak berubah sejak pengumuman kelulusan dan gita tak menceritakan padanya apa yang terjadi.
Gita hanya bisa tersenyum kecut melihat tingkah teman-temannya yang sedang berpesta menikmati kelulusan.bagi Gita semuanya hanya hening,gadis berambut pendek sebahu itu melengang meninggalkan hiruk pikuk sekolah .
Ia menghentikan bus yang melintas dan segera menaikinya.ia tak peduli akan kemana arah bus yang ia tumpangi .yang dia inginkan hanya bisa menikmati kesendiriannya.kamera digital yang selalu menemaninya.sambil sesekali memotret beberapa pengamen dan anak kecil yang meminta-minta di lampu meah.
“ neng,Ongkosnya…”
Segera Gita menyodorkan ongkos busnya.setelah turun dari bus .gita memutuskan untuk berjalan kaki menuju ke sebuah taman .Dia membeli  beberapa cemilan dan minuman untuk menemaninya di taman.
Beep…beep….
BBM dari Caroline.” Lo dimana?lo ga pa pa khan?”
“w ga pa pa koq”
“anak-anak ngajakin  hang out nech ,ntar malam ikut ya?”
“malez,,w pgn sndiri”
Saat ini gita tak ingin bertemu dengan siapapun yang dia kenal.
“Ka,minta ka..?”Seorang gadis kecil berbadan kurus   dengan baju lusuh membuyarkan lamunannya  .
“ka..”panggil anak itu lagi.
Gita belum bisa merespon dengan sepenuhnya,antara lamunan dan nyata.
Gita memberikan seribu rupiah kepada anak itu.
“ nama kamu siapa?”spontan Gita menanyakan nama anak itu
“Runi ,Ka”jawab anak itu singkat
“mau roti ?”gita menawarkan
Dengan malu-malu anak itu mengulurkan tangannya untuk mengambil roti yang di berikan gita.
Gita menwarinya duduk dan memakan roti itu.
“ Kamu sekolah ?”Tanya Gita mulai mengajaknya mengobrol.
“ga sekolah,ka.ibu ga punya uang untuk bayar sekolah.”kania menjawab polos “ adek-adek saya ada 3,kata ibu saya harus bantu cari uang.”anak yang kira-kira berumur 10 tahun itu harus menjalani hidup yang berat ini.
Miris hati gita mendengar ucapan kania.Gita menatap dalam kepada gadis kecil itu.angannya menerawang pada masa kecilnya,dimana apa yang dia inginkan selalu bias dia dapatkan.dan dia bias menikmati bangku sekolah hingga SMA.
“ Kalau kita bias sekolah tinggi,hidup kita akan jauh lebih baik.”ibu selalu mengatakan itu pada anak-anaknya suatu malam menjelang tidur mereka.gita mempunyai satu orang kaka perempuan yang sekarang sudah menikah dan hidup di Malaysia bersama suaminya.2 orang kaka laki-laki yang masih kuliah.
Gita merasa beruntung bias mengenyam pendidikan dan tidak hidup dalam kekurangan seperti Runi.
Tiba-tiba……….
“boleh ga kaka maen ke rumah kamu?”Tanya Gita dan membuat gadis kecil itu terbengong karena tiba-tiba saja ada orang yang baru dia kenal ingin mengunjungi rumahnya.
Gita menyukai hal yang baru dan menantang.terpikir olehnya bahwa dia ingin merasakan hidup seperti kania dan anak-anak jalanan yang lainnya.
Ide gila lagi…
Setelah Runi mengiyakan dengan anggukan ,mereka berdua berjalan menuju ke rumah Runi,,kira-kira setengah jam mereka sudah sampai di rumah nya.
Betapa terkejutnya…
Jezz…..hatinya terasa ngilu dan tergetar dengan apa yang dilihat,,rumah yang begitu sederhana dan berimpit-impitan dengan rumah lainnya.
Dia memang sering melihat kehidupan di jalanan yang begitu kotor hanya lewat televisi dan sekarang dia benar-benar melihatnya sendiri.
Anak-anak kecil bertengkar dan berebut mainan yang sudah lusuh dan mungkin dipungut dari tempat sampah.baju mereka sudah tak layak pakai,tapi apa daya keluarga mereka tak mampu untuk membelikan baju baru.untuk makan saja susah.
Gita teringat dulu,saat merengek minta di belikan baju yang dia lihat di sebuah mall dan keesokan harinya ibunya langsung membelikan.betapa mudahya dia mendapatkan apa yang dia inginkan sedangkan keluarga Runi hanya bisa menikmati mainan yang sudah lusuh.Gita teringat rumah,teringat ibunya “kangen bunda “ ucapnya lirih…
Tapi Gita jadi malas pulang jika dia teringat akan ayahnya.
Malam ini Gita memutuskan untuk menginap di rumah Runi,
“lagian Eneng punya rumah gede koq mau sih nginep disini.”kata Bu  Marni,setelah Gita minta ijin untuk menginap di rumahnya.
“saya sih ga keberatan kalo neng mau nginep di sini tapi maaf yaa kalo tempatnya sempit dan banyak nyamuk .”terang bu Marni sambil melipat baju anak-anak.
“ ga apa-apa,bu.terima kasih.saya sudah biasa koq.” Hanya itu kata-kata yang keluar dari mulut Gita.padahal sama sekali dia belum pernh merasakan hal ini.
Esok paginya,,,
Gita terbangun saat bu Marni sedang sholat subuh.gita segera mengambil air wudhu dan menyusul untuk sholat.seusai sholat gita berusaha untuk membantu ibu Marni. Runi dan ketiga adiknya sudah terbangun .
Pagi ini bu Marni hanya memasak nasi dan dengan lauk seadanya.hanya krupuk dan kecap yang bisa mereka nikmati untuk sarapan pagi .
Pekerjaan bu Marni hanya sebagai tukang cuci dan sesekali membantu memasak untuk hajatan tetanggannya.suami ibu Marni sudah meninggal dunia.betapa hidup Runi dan adik-adiknya tanpa menikmati kasih sayang dari seorang ayah dan harus menanggung hidup seperti ini saat seharusnya dia menikmati bermain bersama teman-temanya yang sebaya dan bersekolah.
Hufthh……….pelajaran yang begitu berharga untuk Gita.
Dia teringat kembali pada ayahnya ,betapa bersyukurnya dia masih memiliki seorang ayah yang membiayai bidupnya ,walaupun ayahnya terkadang suka marah-marah dan kaku tapi sejujurnya Gita sangat menyayangi ayahnya.dan itu menyadarkan Gita untuk segera pulang dan meminta maaf pada Ayahnya  dan akan memperbaiki semua kesalahannya.
Gita pamit pada Bu Marni dan Runi,tak lupa Gita memberikan sedikit rejeki untuk mereka.
Bu Marni sempat menolak,namun Gita memaksanya untuk menerimanya dan anggap sebagai rasa terima kasih karena di ijinkan menginap.
Gita menuju jalan raya dan menyetop sebuah bus kota yang menuju ke arah rumahnya.sebenarnya gita memiliki fasilitas antar jemput mobil ,namun dia lebih suka menikmati naik bus kota.
Sesampainya di rumah.Gita segera menemui ayahnya dan meminta maaf telah membuat ayahnya kecewa atas kejadian tersebut.ayah pun memaafkannya dan beliau tidak lagi menuntut gita untuk mengikuti keinginannya.sebenarnya beliau melakukan hal itu karena rasa sayangnya pada Gita dan untuk masa depan yang lebih baik.
Gita berjanji akan memperbaiki kesalahannya dan akan kembali melanjutkan sekolahnya.

Juni 2011
June koestantye

Jumat, 06 Juli 2012

RESAH DAN HARAP

Entahlah masih adakah bintang di malam ini
adakah kilau cahaya temaram menerangi
aku merasa begitu gelap
redup sebagian cahaya hIdupku
aku lemah,
aku terpuruk,

entahlah masih adakah esok yang cerah,
adakah kesejukan yang kurasakan pagi nanti,
aku merasa gerah dengan semua ini,
aku butuh udara segar untuk bernapas esok,

Resah hati ini kian melanda,
derap jantungku begitu kencang,
aku tak ingin di permainkan takdir,
aku ingin merubahnya,
berubah untuk suatu hal yang tak membuatku risau,

kuharapkan udara esok kan lebih segar,
aku harapkan malam di penuhi bintang,
aku selalu berharap hidupku bisa lebih indah.

Minggu, 10 Juli 2011

SILENCE OF LOVE..

Saat aku menyadari aku sudah terlalu lama berdiri di sini menanti yang tak kunjung datang,
Disini adalah tempat pertama kali kita saling bertemu dan mengenal satu sama lain tanpa sengaja.Ya ,di Taman komplek dekat rumahmu dan Citra.
Saat itu ,Citra,anak usia 5 tahun yang aku ash datang menghampirimu dan mengajakmu untuk bermain,dan mataku pun tertuju pada sosokmu.seorang pemuda yang ceria sedang menemani anak-anak yang kurang pada fisiknya.kau bercerita begitu semangat,Citra sangat menyukaimu dan selalu ke taman itu untuk mendengar ceritamu.Akupun begitu seperti Citra,menyukaimu yang ceria dan penuh semangat.kecintaanmu pada dunia anak-anak membuatku semakin menyukaimu.
Reno,begitu kau menybutkan namamu kepadaku,saat anak-anak sedang asik bermain dan berceria satu sama lain.kita duduk di bangku taman,kita saling berbagi cerita satu sama lain.yang aku tahu ,kau adalah seorang mahasiswapsikologi di sebuah universitas negeri di kota ini.dan kau menyuukai dunia anak-anak.
Sebulan berlalu,kau mulai jarang terlihat di taman itu.
kadang kal aku bertemu denganmu,tapi tak banyak hal yang kita ceritakan seperti dulu.
Kita saling terdiam dan hanya menemani anak-anak bermain dan terkadang kau mendongeng untuk anak-anak.aku hanya sesekali melanjutkan ceritamu.
tawa riang anak-anak selalu membuat dirimu tersenyum puas.aku menyukai itu,menyukai senyuman itu.
Citra semakin menyayangimu.anak sekecil itu sperti menemukan sosok ayah kedua darimu.
Setahun berlalu,
Citra telah memasuki kelas 1 SD.Aku masih bekerja untuk keluarganya.Ya,kedua orang tua citra memang terlalu sibuk mengurusi bisnis.padahal citra adalah anak tunggal.
aku mulai menganggapnya seperti adikku sendiri dan seiring waktu citra pun telah menganggapku seperti kakaknya.
suatu sore,citra mengajakku ke taman itu untuk bermain.dia ingin menemuimuaku juga sama.kami sama-sama merindukanmu,walau dengan rasa yang berbeda.
anak-anak kecil yang dulu sering mendengarkan ceritamu kini sudah semakin bertambah usianya,seumuran dengan citra bahkan ada yang lebih besar.mereka masih seperti dulu berkumpul di tempat yang sama dan masih menunggumu orang yang tak jua datang.aku yakin mereka menunggumu.tak berapa lama ada yang datang menghapiri kami tapi yang muncul bukan sosokmu.justru pemuda-pemudi yang tersenyum riang menghampiri kami dengan membawa buku dan makanan kecil.aku tak melihat sosokmu dari gerombolan mereka.mereka bercerita bahwa mereka adlah teman satu angkatan denganmu.dari ereka aku tahu bahwa kamu sedang sibuk untuk mengikuti study banding dan pertukaran mahasiswa di luar negeri.
aku merindukanmu,bisikku dalam hati.
sore itu teras berbeda tanpa kehadiranmu.
bulan terus berganti dan waktu terasa cepat berlalu,citra akan menghadapi ujian semester dan aku akan membantunya belajar.kesibukan itu membuat kami jarang bermain ke taman itu.
seminggu berlalu,akhirnya citra selesai menghadapi ujian ....libur telah tiba...tapi bagi citra liburan ataupun tidak itu hal yang sama saja karena dia tidak bisa berkumpul dengan kedua orang tuanya seperti teman-temannya yang lain.
aku menyadari kesedihan citra,aku juga ikut merasakannya.di rumah besar ini hanya ada aku,citra,bi ijah dan mang darmin,mereka adalah orang-orang yang setia menjaga rumah ini.
karena tak ingin melihat citra yang terus bersedih,aku mengajakny untuk berjalan-jalan ke taman dengan mengendarai sepeda.
kami menikmati sore ini dengan gembira.perlahan wajah citra kembali menyembulkan senyum.kami berniat untuk mampir ke taman komplek lagi,itu artinya kami ingin menemuimu.tapi kami tak mendapatimu di sana,citra agak sedikit kecewa,aku lihat dari ekspresi mukanya.
aku membelikannya es krim untuk mengurangi sedikit rasa kecewanya.
                        ...................................
beberapa hari lagi,citra akan berlibur ke luar negeri bersama dengan orang tuanya.aku akan merasa kesepian tanpa kehadiran citra,
sekarang hanya ada aku,bi ijah dan mang darmin...untuk mengusir rasa sepiku,setiap sore aku berjalan-jaln dan menikamti taman komplek sendirian..
sesekali juga aku membantu teman-temanmu untuk bercerita dan bercanda bersama anak-anak..
kapan kamu pulanng????
pertanyaan itu selalu muncul saat aku menyadari ketidakhadiranmu di sini.tanpa citra dan tanpa kamu....kalian berdua adalah orang-orang yang sangat berarti untukku..
hemm,,,,,,aku mulai berpikir ,,apakah aku ini benar-benar menyukaimu atau bahkan mencintamu...
kadang aku tersenyum sendiri dalam kamar saat aku mengingat kenangan bersama kalian...
citra sesekali menghubungi lewat telepon ,dan menceritakan tentang liburannya yang menyenangkan bersama orang tuanya.aku senang melihat dia begitu bahagia menikmati kebersamaannya dengan orang tuanya.
tapi aku belum mendapat kabar darimu?
2 minggu berlalu,
sore ini aku kembali pergi ke taman untuk menemui anak-anak dan berkumpul bersama mereka untuk mendongeng.mereka adalah anak-anak panti asuhan yang tinggal di ddekat komplek perumahan rumah Citra dan kamu.aku terkejut,perasaanku campur aduk saat aku melihat sosok yang mirip denganmu ataukah itu benar dirimu yang berada di antara kerumunan anak-anak itu.
perasaan tak menentu menyelimuti hatiku.Rindu ini ingin aku luapkan tapi aku segera menguasai emosiku sendiri,karena ku hanya mengenalmu sebagai teman.itu yang mungkin juga terpikir olehmu.aku hanya seorang yang sering kau lihat di taman ini.
 setelah anak-anak selesai mendengarkan dongengmu.kali ini aku merasa aneh dengan sikapku sendiri.aku dan kamu duduk terdiam tanpa ada satupun yang memulai untuk bicara.akhirnya ku pun bersuara dan mulai melunakkan kekakuan ini.kita mengobrol menanyakan kabar masing-masing dan kau menanyakan tentang citra yang kujawab antusias tentang kabar dan liburannya yang menyenangkan bersama orang tuanya.ya, kamu tau semua tentang citra dariku.aku pun menanyakan bagaimana tentang pengalamanmu di sana.
jawabanmu sangat standar dan bahkan rasanya aneh mendengar kabar jawabanmu.
aku pulang ke rumah dengan hati senang karena sudah melihat mu kembali.
setiap sore aku selalu datang ke taman itu.sebenarnya hanya ingin menemuimu tapi karena kita menyukai dunia yang sama yaitu dunia anak-anak.aku mulai merasa cocok.tapi apakah kamu merasakan hal yang sama denganku?apakah kamu juga memikirkan aku saat kita tak bertemu?aku rasa aku yang terlalu berlebihan ,tapi biarlah karena aku mulai menikmati perasaan ini.

pagi ini aku membntu bu ijah untuk pergi ke swalayan membeli beberapa perlengkapan dapur.hari ini  citra dan kedua orang tuanya akan pulang.aku merasa gembira karena akan kembali bertemu dengan citra.
di tengah jalan tanpa sengaja aku melihat seorang yang ku kenal.
"Reno......" aku memanggilmu.
aku melihatmu sempoyongan dan wajahmu terlihat pucat.
aku pun menghampirimu,sebelum aku sampai di dekatmu,kamu tak sadarkan diri.

Sabtu, 28 Mei 2011

LAGEE TERTARIK DENGAN WIRAUSAHA.:)

sekarang udah ga jamannya anak muda malas-malasan.
ayo dunk kita bangkit dan tunjukan bahwa anak negeri juga bisa memajukan bangsa dan membuat bangga negara kita,sudah banyak pemuda Indonesia yang sudah berkiprah di bidang wirausaha dan tak jarang juga merekah meraih sukses.
memang ga mudah buat jadi seorang wirausaha,apalagi kalau kita masih punya keraguan.banyak dari mereka yang memulai karirnya dengan kendala yang tidak sedikit.masalah niat itu yang jadi pondasinya,jadi untuk mau mengembangkan usaha ya harus punya niat.
modal,memang modal itu juga penting untuk membuka sebuah usaha.barang atau produk ,maksudnya adalah produk apa yang bisa kita jual ke masyarakat,apa manfaatnya dan apa keistimewaan dari produk yang akan kita jual.lokasi atau tempat untuk membangun usaha,jadi pasar apa yang kita tuju untuk produk yang akan kita jual,klo misal untuk remaja.cari lokasi yang biasanya jadi tempat tongkrongan anak-anak muda.
begitu banyak kendala yang harus di hadapi tapi kalau memang niat untuk menjadi seorang wirausaha apapun pasti akan di jalani yang penting tetap pada jalur yang benar.
segala masalah pasti ada jalan keluarnya,
so,be entreprenaur young is good challenge...:)
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ini cuma sekedar tulisan iseng,,hehehehe:)
tadi pagi saya baru mengunjungi pameran franchise.saat saya mengunjungi beberapa stand dan ada beberapa stand yang membuat saya tertarik dan berminat untuk mencoba menjadi wirausaha..hehehehe,,,
di beberapa stand itu ternyata pengelola atau pemiliknya adalah anak muda,bagi saya wow.
"saya memang baru pertama kali mengikuti pameran tersebut dan mulai mengenal dunia usaha dari beberapa teman.sepertinya menarik....apalagi lebih banyak anak muda yang menjadi pengusahanya,,:)
itu artinya negara kita punya potensi untuk bisa membangun bangsa menjadi lebih baik karena para generasi muda sudah pandai membuka usaha dan membantu pemerintah untuk mengurangi pengangguran yang kian menumpuk."
back to stand,,hehehehe
saya tertarik untuk bekerja sama dengan beberapa usaha tersebut..cuma,,saya adalah orang yang awam dalam bidang kewirausahaan.ya,,maklumlah saya baru tahu hal-hal semacam itu sekitar setahun yang lalu..
saya akan mempelajari dulu tentang dunianya dan insya ALLAH saya memang niat untuk mencoba menjadi wirausaha..
-wish me luck-^_^

Sabtu, 21 Mei 2011

hujan

ribuan tetes air yang jatuh dari langit,
anugerah sang pencipta,
membasahi bumi dan seisinya,
begitu pun aku yang mencoba untuk menikmati tetes demi tetes air hujan,
damai????
tapi kenapa justru yang kini kurasakan galau,
hatiku mendung dan menangis seperti hujan,
aku tak tahu,
biarlah,,
ku harap hujan akan segera membawa sedihku pergi,
aku tak ingin terlalu lama merasakan sedih ini,
hujan,
ku harap kau akan segera datangkan pelangi,
yang akan menghiburku,
menghapus sedihku,
membuang rasa putus asa ku,
hujan,
suatu saat ku ingin menikmatimu dengan rasa bahagia,
aku mengharapkan itu...:)

BIMBANG

seperti daun kering yang diterbangkan angin,
tak tau kemana akan pergi,
hanya arah angin berhembus yang menemani,
terombang-ambing dalam desau angin